• Deni Fastindo

Apa saja beda Grade Baut, Fungsi dan Cara Membedakan

Diperbarui: Mei 15

Sebagai orang yang berprofesi di bidang konstruksi dan pembangunan atau pelajar di jurusan teknik sipil atau otomotif, Anda wajib memahami beda grade baut yang akan digunakan. Sebab, tidak semua baut memiliki grade yang sama. Tiap baut juga memiliki ketahanan dari karat serta ketahanan terhadap beban yang berbeda.


Dengan memilih grade baut yang tepat, Anda bisa menghasilkan produk baik bangunan maupun otomotif berkualitas tinggi dengan budget yang lebih efisien tanpa harus mengorbankan keselamatan dan keamanan pengguna.


Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini mari kita pelajari bersama apa saja beda grade baut yang tersedia dan sering digunakan serta bagaimana cara membedakannya.


Apa itu Grade Baut?


Sebelum mengetahui beda grade baut, Anda perlu paham dulu apa yang dimaksud dengan grade baut itu sendiri.



Seperti yang sudah dikatakan tadi, baut diproduksi dan dijual dalam ukuran dan bahan yang berbeda-beda. Selain itu, tiap baut juga memiliki ketahanan terhadap karat serta ketahanan dalam mengikat beban tertentu yang berbeda.


Nah, perbedaan tersebut diklasifikasikan berdasarkan grade baut yang tercantum di setiap kemasan maupun bagian produknya. Biasanya, grade baut ini selalu ditulis di atas kepala baut agar mudah untuk dilihat dan tidak akan tertukar.


Beberapa orang juga menganggap grade baut ini sebagai ukuran baut. Pernyataan tersebut sebenarnya tidak salah, namun grade juga diklasifikasikan berdasarkan berapa PSI yang bisa ditahan oleh baut tersebut. Jadi tidak selalu tentang ukuran diameter, panjang atau tinggi baut.


Karena dalam membuat rancangan konstruksi bangunan atau otomotif, dibuat dulu sketsa dan perhitungan beban yang dihasilkan oleh tiap material. Setelah itu, barulah ditentukan jenis baut dalam grade apa yang bisa menahan beban tersebut.


Dengan kata lain, biasanya ukuran panjang baut tidak menjadi faktor yang terlalu diperhitungkan ketika membuat rancangan konstruksi. Sebab yang wajib diutamakan ketahanan baut agar bisa menopang beban yang berat dalam waktu bertahun-tahun dan tidak membahayakan pengguna di masa depan.


Baca juga : mengenal apa itu baut: pengertian dan jenis-jenisnya


Mengetahui Beda Grade Baut


Sekarang kita masuk ke pembahasan utama, yaitu mengetahui beda grade baut yang tersedia dan banyak digunakan. Nah, silahkan Anda lihat apa saja grade baut yang biasanya tersedia di toko material berikut ini.

Grade 2


Grade baut yang paling sering ditemui di Indonesia adalah grade 2. Biasanya, baut jenis ini tidak memiliki tanda atau cap di bagian kepala bautnya. Tapi beberapa perusahaan manufaktur juga ada yang memberi tanda tertentu pada baut grade 2.


Baut Grade 2 dibuat dari low carbon steel hingga medium carbon steel. Jenis grade ini bisa menahan beban maksimal 55 ribu PSI.


Biasanya, baut grade 2 digunakan untuk bangunan atau produk non-structural load. Contohnya seperti membuat furniture, meja, kursi, lemari, dan lain sebagainya.

Grade 5


Dikutip dari situs Electronic Fastener, baut grade 5 merupakan jenis baut yang paling banyak digunakan untuk kebutuhan otomotif dan kendaraan. Misalnya dalam pembuatan kerangka sepeda, beberapa bagian pada sepeda motor, dan juga dalam pembuatan kerangka mobil.


Baut grade 5 memiliki tanda berupa simbol strip 3 yang bisa Anda lihat pada bagian kepala baut. Selain itu, baut ini dibuat dari bahan logam medium carbon yang ditempa berulang-ulang hingga bisa menghasilkan kekuatan yang lebih tinggi.


Baut grade 5 bisa menahan beban maksimal 85 ribu PSI. Sehingga memenuhi standar dalam pembuatan kendaraan bermotor di seluruh dunia.


Grade 8


Selanjutnya, ada jenis grade baut yang paling kuat yaitu baut grade 8. Jenis baut ini dibuat khusus untuk proses perancangan suspensi pada kendaraan bermotor. Selain itu, baut grade 8 juga digunakan untuk pembuatan kerangka kendaraan berat seperti traktor dan forklift.


Baut grade 8 dibuat dengan bahan yang sama dengan grade 5, yaitu logam dengan tingkat karbon menengah. Namun, jenis baut ini ditempa lebih lama lagi agar memiliki tingkat kekerasan yang lebih tinggi. Sehingga, baut grade 8 bisa menahan beban maksimal hingga 120 ribu PSI.


Dalam memilih baut grade 8, Anda perlu mencari yang memiliki 6 strip di bagian kepalanya. Biasanya jenis baut ini juga tidak dijual di sembarang toko material.

Grade 18-8 Stainless Bolt


Yang terakhir, Anda perlu mengetahui beda grade baut 18-8. Berbeda dengan grade baut yang lain, grade 18-8 ini diklasifikasikan berdasarkan bahan dasar pembuatnya.


Diberi nama 18-8 karena baut ini dibuat dari 18% chromium dan 8 persen nikel. Sehingga baut ini dikategorikan sebagai material stainless steel alias logam yang tidak bisa berkarat.


Biasanya baut grade 18-8 digunakan untuk kebutuhan konstruksi luar ruangan atau yang harus berhadapan dengan suhu sangat panas maupun sangat dingin. Jadi, baut ini lebih sering digunakan pada mesin produksi dalam pabrik.

Seperti itulah beda grade baut, fungsinya masing-masing, serta cara membedakannya.

Anda membutuhkan kebutuhan baut untuk proyek anda, silahkan menghubungi kami di PT. Fastindo Jaya Abadi Untuk membantu seluruh kebutuhan baut dan mur anda.


Baca juga : Zinc Plating sebagai salah satu metode untuk mencegah korosi

21 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua
contact fastindo jaya abadi