• Deni Fastindo

4 Jenis Bahan Material Baut dan Sekrup Serta Kekuatannya

Diperbarui: Mei 15

Ada banyak bahan material baut dan sekrup yang digunakan dengan ketahanan serta kekuatan yang berbeda-beda. Bahkan terdapat bahan tertentu yang digunakan untuk baut dan sekrup untuk kebutuhan khusus.


Contohnya seperti bahan stainless steel yang bisa digunakan untuk membuat baut khusus untuk kelistrikan atau baut baja yang lebih kuat untuk menahan beban yang lebih berat juga.

Walaupun pada dasarnya semua material baut dan sekrup dibuat dari bahan logam atau besi, namun jenis logam yang digunakan untuk membuat benda ini berbeda-beda dan disesuaikan dengan kegunaannya. Nah, dalam kesempatan kali ini, mari kita pelajari bersama apa saja jenis bahan material baut dan sekrup beserta perbedaannya.


material baut dan sekrup

Jenis-jenis Baut dan Sekrup Berdasarkan Pengukurannya


Sebelum masuk ke pembahasan utama, Anda perlu mengetahui dulu jenis-jenis baut dan sekrup berdasarkan cara pengukurannya. Karena hal ini tidak kalah penting ketika diminta memilih baut mana yang paling cocok untuk kebutuhan tertentu. Nah, berikut ini adalah jenis baut dan sekrup berdasarkan pengukurannya.

Countersunk Head


Dikutip dari situs Monroe Engineering, countersunk head screw & bolt merupakan jenis baut dan sekrup yang dihitung dari ujung kepala hingga ujung paling bawah. Artinya, jenis baut ini bisa masuk ke material baik besi maupun baja seluruhnya.


Baut countersunk head berukuran 15 cm artinya ukuran dari ujung paling bawah hingga ujung paling atasnya berukuran 15 cm. Sedangkan ulir pada baut atau sekrup ini bisa berukuran 13 cm atau 14 cm.

Head Above Surface


Head above surface screw & bolt merupakan jenis baut dan sekrup yang bagian kepalanya tidak dihitung. Sebab nantinya, bagian kepala pada benda ini akan ada di atas permukaan material.


Jika Anda membeli baut head above surface dengan ukuran 15 cm, artinya tinggi baut dari ujung paling bawah hingga ulir paling terakhirnya adalah 15 cm. Sedangkan bila dihitung dengan bagian kepalanya yang cembung, maka total ukuran baut ini bisa menjadi 16 cm atau 17 cm.

Oval Head


Jenis baut dan sekrup yang terakhir adalah oval head, campuran dari jenis head above surface dan countersunk head. Karena ketika menggunakan baut ini, setengah dari bagian kepala baut atau sekrup akan masuk ke permukaan material. Sedangkan setengahnya lagi akan berada di atas permukaan material.


Baut oval head dengan ukuran 15 cm artinya memiliki ukuran dari ujung paling bawah hingga setengah dari kepala baut 15 cm. Sedangkan jika dihitung dengan bagian kepala yang berada di permukaan, ukurannya menjadi 15,5 cm hingga 16 cm.

Bahan Material Baut dan Sekrup Beserta Kekuatannya


Sekarang kita masuk ke pembahasan utama, yaitu jenis-jenis bahan material baut dan sekrup beserta kekuatan daya tahannya. Nah, berikut ini pembahasan lengkapnya untuk Anda.

1. Stainless Steel

Seperti yang sudah dikatakan tadi, material baut dan sekrup dari stainless steel kebanyakan digunakan untuk menyatukan benda-benda yang akan mengalirkan listrik. Meskipun begitu, tidak sembarang baut stainless steel bisa Anda gunakan untuk instalasi kelistrikan.


Bahan baut yang satu ini memiliki keunggulan berupa tahan karat selama bertahun-tahun. Meskipun disimpan di tempat yang lebab, berarir, hingga yang terkena panas sinar matahari bertahun-tahun sekalipun, stainless steel akan menghasilkan karat yang jauh lebih sedikit dan membuat bahannya menjadi tidak mudah patah.

2. Alloy Steel


Berikutnya ada alloy steel, jenis baja yang juga sering dijadikan bahan pembuatan baut dan sekrup. Namun berbeda dengan stainless steel, bahan alloy steel ini lebih mudah terkena karat. Oleh karena itu material baut maupun sekrup yang dibuat dari alloy steel selalu dilapisi dengan zinc berwarna hitam untuk mencegah karat.


Alloy steel memiliki daya tahan yang lebih kuat dibandingkan stainless steel. Benda ini bisa menahan beban hingga 110 ribu PSI dalam keadaan yang masih baru dan tanpa karat.

3. Aluminium


Material pembuat baut dan sekrup yang berikutnya adalah aluminium. Sama dengan stainless steel, bahan material yang satu ini juga memiliki permukaan yang sulit terkena karat dalam jangka waktu bertahun-tahun.


Tetapi, aluminium memiliki ketahanan yang tidak terlalu tinggi. Bahkan dianggap sebagai salah satu yang paling lightweight dan soft diantara jenis logam lainnya. Sebab bahan ini hanya bisa menahan beban sekitar 40 ribu PSI saja.

4. Titanium


Titanium merupakan bahan pembuat baut dan sekrup yang paling kuat dari segi ketahanan terhadap karat maupun dalam menahan beban. Material ini bisa menahan beban hingga 150 ribu PSI dan tidak mudah terkena korosi meskipun disimpan di alam terbuka.


Baca juga : Apa Saja Beda Garde Baut, Fungsi dan Cara Membedakannya


43 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua
contact fastindo jaya abadi